Pengertian Islamis atau Islamis adalah

Islamisme adalah sebuah paham yang pertama kali dicetuskan oleh Jamal-al-Din Afghani atau Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn (1838 – 1897) (Persia: سید محمد بن صفدر حسینی), umumnya dikenal sebagai Sayyid Jamal-Al-Din Al-Afghani, (Persia: سید جمال الدین الافغاني) atau Al-Jamal Asadābādī-Din (Persia: جمال الدین اسدآبادی) sebagai paham politik alternatif dalam menyatukan negara-negara termasuk di daerah Mandat Britania atas Palestina yang mempunyai akar budaya dan tradisi yang berbeda dengan budaya dan tradisi Arab dalam tulisan di majalah al-‘Urwat al-Wuthqa, kemudian dikembangkan dan dikenal pula sebagai Pan Islamisme.

http://id.wikipedia.org/wiki/Islamisme

ISLAMIS ADALAH

Sejak peristiwa runtuhnya gedung World Trade Centre di AS dan munculnya kegiatan teroris yang dituding dilakukan oleh Muslim, istilah Islamis (bahasa Inggris: Islamist)  kemudian menggantikan frasa Islam ekstremis. Sejumlah kamus bahasa asing malah mengartikan Islamis sebagai sesuatu yang mendukung atau mengadvokasi Islam fundamentalis.

Oxford Encyclopedia of the Islamic World misalnya, membuat istilah Islamis bertambah maknanya sebagai konotasi dari kuasi kriminalitas. “Istilah ini disebutkan di media utama Barat, Islamis digunakan untuk menjelaskan mereka yang ingin membangun negara Islam dengan cara-cara kekerasan.”

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/26/m7rug3-ensiklopedi-islam-menelisik-istilah-islamis-1

Sementara itu, dalam Encyclopedia of Religion edisi kedua, Azim Nanji menyatakan, Islamis adalah kata yang digunakan untuk mengekspresikan kata radikal.

Namun, relevansinya dengan politik kontemporer dan peristiwa keagamaan yang terjadi belakangan ini tidak sepenuhnya dapat dibuktikan. “Kata ini akhirnya akan menjadi keliru dan memberi batasan dalam mengekspresikan Islam di dunia modern,” jelas Nanji.

Para praktisi Islam pun mulai intens menggunakan istilah ini. Dalam buku The Islamist yang ditulis Ed Husain misalnya, Islamis digambarkan sebagai mereka yang tergabung dalam aktivitas gerakan Islam, seperti Hizbut Tahrir Britain (HTB) di London Inggris. Atau gerakan seperti Al-Ikhwan Al-Muslimun dan Jamat-e-Islami.

Ed juga menyebut Young Muslim Organisation UK (YMO), Islamic Forum Europe (IFE), Dawatul Islam, Islamic Society of Britain (ISB), Islamic Foundation in Leicester, dan Muslim Council of Britain (MCB) sebagai kelompok Islamis.

Dalam buku tersebut, Ed juga menunjukkan bahwa kelompok-kelompok Islamis adalah ancaman yang jelas berbahaya terhadap negara-negara Barat, terutama negaranya, Inggris. Mereka dianggap sebagai kaum fanatik yang memasuki komunitas Muslim dengan membawa satu agenda, yaitu merusak peradaban Barat dan Islam moderat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh peneliti di Universitas Kentucky, Ihsan Bagby. “Saya menggunakan istilah tersebut karena saya pikir istilah itu mewakili mereka yang mempercayai bahwa Islam harus memiliki peranan penting di masyarakat,” katanya.

Istilah tersebut, lanjutnya, bahkan sudah menjadi biasa karena digunakan oleh banyak media untuk menjelaskan kelompok militan, ekstremis, dan radikal.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/26/m7rv6y-ensiklopedi-islam-menelisik-istilah-islamis-2habis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: