Hizbut Tahrir dan Kemenangan Tony Abbot Jadi PM Australia ke-28

Tony Abbott mengakui kemenangannya sebagai Perdana Menteri Australia, sesaat setelah Kevin Rudd mengakui kekalahannya dalam pemilu. Ia akan menjadi sosok pemimpin Australia selama tiga tahun kedepan.

Tony Abbott  pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen pada pemilihan umum yang digelar tahun 1994, setelah setahun sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif untuk Australians for Constitutional Monarchy.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia berkarir di dunia jurnalistik sebagai penulis kolom di koran ‘The Australian’ dan ‘The Bulettin’.

Selama tiga tahun sejak 1990, ia menjadi juru bicara dan penasihat untuk pemimpin oposisi saat itu, Dr John Hewson. Ia memiliki istri bernama Margaret dan tiga anak perempuan.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/13/09/07/msr95t-ini-sosok-tony-abbot-perdana-menteri-australia-ke28

0.01859200-1378556705-Tony20Abbott43.jpgKemenangan tokoh liberal ini, kemungkinan akan menjadi akhir dari Hizbut Tahrir Australia, sebab rencana pelarangan HT di Australia sudah ada jika Tony Abbot menang.

Hizbut Tahrir Akan Dilarang Di Australia

Baru-baru ini, media juga melaporkan, sebagaimana dilansir Muslimvillage (30/8/2013), bahwa Hizbut Tahrir (HT) Australia rencananya akan dilarang di Australia jika Tony Abbott  yang memimpin Liberal Party berhasil menang dalam pemilu yang akan diselenggarakan pada 7 September 2013.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: