Isu Syiah di Puger, MUI Pusat Didesak Turun Langsung ke Puger

Isu Syiah, Darus Sholihin Desak MUI Pusat ke Puger

Jum’at, 13 September 2013 05:07:51 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) – Pengelola Pondok Pesantren Darus Sholihin mendesak agar pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia datang ke Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pengelola minta agar ada klarifikasi soal isu syiah yang ditujukan untuk pondok tersebut.

Demikian dikatakan Habib Isa Mahdi, putra pemilik Pondok Pesantren Darus Sholihin Habib Ali Al Habsyi, Kamis (12/9/2013). “MUI pusat jangan berpangku tangan. Ini ada masalah umat,” katanya.

Menurut Isa, isu bahwa pondok itu mengajarkan aliran syiah masih lekat menjadi alasan kebencian dan penyerangan terhadap mereka. Rabu (11/9/2013), Darus Sholihin diserang oleh puluhan orang bersenjata tajam. Sejumlah fasilitas di sana di rusak, termasuk masjid.

“Harapan kami, lakukan klarifikasi dan pembinaan. Kami ini mau hidup damai. Kami tak mau setiap hari disibukkan dengan masalah ini. Kami minta MUI pusat turun dan melihat sendiri seperti apa pondok kami,” kata mantan personil Angkatan Laut RI ini.

Pondok Pesantren Darus Sholihin yang diasuh Habib Ali Al Habsyi mengadakan karnaval peringatan HUT Kemerdekaan RI, di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (11/9/2013).

Karnaval itu sempat dilarang oleh aparat pemerintah kecamatan. Ini dikarenakan ada sekelompok warga yang tidak setuju dengan karnaval keliling desa itu. Bayang-bayang perselisihan antarkelompok Islam berbeda paham keagamaan tahun lalu jadi alasan.

Namun karnaval tetap diselenggarakan karena warga setempat mendesak. Warga yang menginginkan karnaval berlangsung menyerang aparat kepolisian dengan batu, sebelum akhirnya karnaval bisa dilaksanakan. Ternyata, keinginan warga dan santri ponpes melakukan karnaval benar-benar mendapat perlawanan dari sekelompok warga lainnya. Massa antikarnaval menyerang pondok pesantren yang ditinggalkan penghuninya berkarnaval.

Sebanyak 41 sepeda motor dirusak, dan tiga di antaranya dibakar. Massa yang datang dengan membawa senjata tajam merusak ponpes. Sekolah, kantor, dan masjid jadi sasaran penyerangan. Di tempat terpisah, satu orang tewas terbunuh. [wir]

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2013-09-13/183752/Isu_Syiah,_Darus_Sholihin_Desak_MUI_Pusat_ke_Puger

Ponpes Darus Sholihin Sesalkan Perusakan Masjid

Jum’at, 13 September 2013 07:01:59 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) – Pengelola Pondok Pesantren Darus Sholihin melaporkan perusakan pondok oleh sekelompok massa ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Kamis (12/9/2013). Penghuni pondok butuh kedamaian.

“Saya serahkan sepenuhnya kepada hukum. Saya percaya di sini ada polisi, aparat berwenang. Saya percaya mereka profesional. Apalagi atensi luar biasa Kapolda Jatim, bertemu saya langsung. Tidak ada keraguan dari saya kalau yang melanggar hukum diproses,” kata Habib Isa Mahdi, putra pemilik ponpes Habib Ali Al Habsyi.

Menurut Isa, konflik di Puger tak boleh berkepanjangan. “Kita butuh ketenteraman, perdamaian. Kita butuh persaudaraan,” katanya.

Serangan oleh massa yang terdiri atas puluhan orang terjadi pada Rabu (11/9/2013), saat pondok sedang sepi. Kala itu, penghuni pondok melakukan pawai peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pawai itu sendiri ditentang oleh sekelompok massa dengan alasan tidak jelas. Isa sendiri merasa tidak sedang bermasalah dengan kelompok lain.

Serangan massa mengakibatkan kaca bangunan 90 persen hancur: masjid, asrama, kantor, sekolah. “Yang saya sesalkan (kerusakan) masjid itu. Kalau merusak kamar okelah. Tapi merusak masjid ini sangat tidak bisa ditoleransi. Ini sudah pelecahan eksistensi tempat ibadah kita kepada Allah,” kata Isa. Kerugian diperkirakan Rp 100-150 juta.

“Melihat gerakannya, begitu rapi mereka. Cepat dan kerusakan masif. Kerusakan rata. Kalau tidak terencana tidak mungkin, karena ini pasti terencana. Mereka masuk saat pondok tidak ada orang. Hanya ada saya, abah, dan umik (ibu),” kata Isa.

Isa mengaku tak mengenal massa penyerang. “Saya tidak mau berasumsi menuduh. Tapi jamaah saya, beberapa orang yang memergoki mereka, tahu. Silakan polisi saja berdasarkan bukti,” katanya. [wir]

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2013-09-13/183753/Lapor_Polisi,_Ponpes_Darus_Sholihin_Sesalkan_Perusakan_Masjid

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: