Kekacauan Dalam Tubuh IM Pasca Dibubarkan

Keputusan pengadilan Mesir memberangus aktivitas IM Muslim dan kelompok-kolompok yang terafiliasi Senin (23/9/2013), diikuti pula dengan pembekuan aset-aset milik kubu Islam Sunni garis keras ini.

IMOrganisasi Islam kuat di Mesir ini, sudah sejak zaman pemerintahan Gamal Abdel Nasser era 1950-an dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Pengganti Gamal Abdel Nasser, Anwar Sadat bersikap lebih toleran terhadap Ihkwanul. IM cukup tahu diri dan memilih lebih bergerak di bawah tanah.
Pada masa pemerintahan Hosni Mubarak, kiprah IM kembali mendapat tekanan dan memuncak bersamaan dengan maraknya Revolusi Arab (Arab Spring) pada 2011. Mubarak terguling karena demo yang terus digalang IM.

IM menang tipis pada pemilihan umum yang digelar Mesir tahun lalu, dan berhasil mendudukan Mohamed Morsi di kursi presiden. Namun Morsi terguling kudeta militer pada Juli tahun lalu. Pasca tergulingnya Morsi, setidaknya 1.0000 pendukung Ihkwanul tewas dimangsa peluru tentara atau tewas dalam bentrokan dengan golongan anti-Morsi.

“Saya pikir keputusan pengadilan membubarkan IM tak akan berpengaruh,” ujar Ahmed Ragheb, aktivis pro-Morsi yang dekat dengan para anggota IM.

“Orang berpikir IM dapat dibubarkan melalui keputusan pemerintah. Namun IM tetap berdiri selama 85 tahun dan bertahan ketika ditekan dengan kejam,” tambah Ragheb, seperti ditulis The Guardian, koran Inggris.

Organisasi ini didirikan pada 1928 ketika Mesir di jajah Inggris, Juru bicara IM di Inggris Abdullah al-Haddad bercicit di Twitter-nya “Ihkwanul Muslimim adalah bagian dari masyarakat Mesir. Keputusan pengadilan yang korup tak bakal mengubah keberadaan IM… Kami akan terus tampil di atas tanah: mereka tak bisa membunuh sebuah ide. Mereka sudah mencoba sebelumnya, namun senantiasa gagal. Mereka mencoba lagi namun tetap gagal,” ujar al-Haddad.

Bagi anggota IM (sekitar 1 juta orang) penahanan dan pembunuhan yang dilakukan pemerintah masih belum mampu merontokkan kemampuan operasionalnya. Hanya anggota senior IM yang berani terang-terangan hidup dalam keterbukaan. Anggota organisasi in merasa tidak yakin siapa yang memimpin organisasi ini sekarang, pasca penangkapan pemimpinnya, Mohamed Badie dan para deputinya.

Sejumlah penangkapan yang memecah belah komunikasi organisasi ini justru memberi kesempatan kepada golongan muda IM dalam aktivitas kelompok ini, yang biasanya sangat hirarkis.

“Sekarang kalangan muda IM menimbang sendiri keputusannya,” ujar Ragheb. “Kini mereka bahkan bisa bekerja sama jauh lebih dari pada dicampuri para pemimpin IM. Karena para pemimpin IM sudah ditangkap, kini kaum mudanya tak perlu minta izin sebelum bergerak.”

Ada contoh yang menunjukkan kekacauan organisasi akhir-akhir ini. Sekelompok anggota muda perlu menyiapkan waktu dua bulan untuk menulis permohonan maaf atas kesalahan yang dibuat gerakan ini pasca-tergulingnya Hosni Mubarak.

Namun ketika pernyataan dirilis di situs web milik IM, salah seorang pemimpinnya yang masih bebas memerintahkan pencabutan rilis itu, karena dianggapnya tak mencerminkan suara IM.

Tentu golongan muda ini frustrasi namun mereka maunya tetap bertahan sebagai bagian kelompok ini. “Tak seorang pun ingin keluar. Namun ini akan membuat mereka makin revolusioner.”

Di kalangan warga Mesir (yang jumlahnya mencapai 85 juta) IM Muslimin tidak lagi menjadi organisasi terpopuler. Sebagian besar rakyat Mesir menganggap IM terlalu ingin berkuasa menyusul kemenangan Morsi pada pemilu 2012.

Sumber : Inilah.com, Beritajatim.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: