Terungkap Kebrutalan Al-Shabaab di Westgate Mall, Kenya

Tulisan dari kompasiana berikut ini menarik untuk dibaca, khususnya terkait cara / metode mereka melakukan aksi didalam mall, salah satunya adalah mereka menyewa salah satu tokoh didalam mall kemudian merencanakan aksinya.

 

Terungkap Kebrutalan Al-Shabaab di Westgate Mall, Kenya

Kisah sedih, kelam, air mata, dan heroik dari Kenya (dan juga Pakistan), masih hangat di Media-media Internasional; juga ungkapan simpati dan duka dari tokoh-tokoh dunia ke/pada Kenya dan Pakistan, [kecuali Indonesia, memang sunyi dan sepi; hal itu terjadi karena Kenya dan Pakistan sangat jauh dari Indonesia].

Secara khusus tentang Westgate Kenya, sudah merupakan serangan teror lintas negara; dalam arti pelakunya (Al Shabaab) dari Somalia, menyeberang dan menyerang negara lain, dhi.Kenya. Hal itu berarti bahwa penanganannya pun melibatkan dunia Internasional, termasuk interpol.

Jika mengikuti rangkaian news dari news.com.au dan dailymail.co.uk maka akan bertemu dengan hal-hal mengerikan, sadis, penuh kebrutalan yang dilakukan oleh Al Shabab [kelompok radikal Islam dari Somalia] terhadap para sandera.

Ternyata orang-orang Al Shabaab, mereka menggunakan identitas palsu telah menyewa salah satu toko di Westgate Mall tanpa dicurigai oleh pengelola mall. Di/pada toko tersebut, mereka merencanakan aksinya, termasuk menimbun/menyimpan senjata api, amunisi, granat, dan pedang serta alat-alat pembunuh lainnya. Dengan demikian, terjawab sudah bagaimana kaum teroris itu tiba-tiba (dari dalam mall) menyerang pengunjung mall, padahal pintu mall ada detector senjata. Ketika hari penyerangan, para teroris bisa masuk ke dalam mall, layaknya pemilik toko, yang membawa baran dagangan melalui pintu samping, dan lainnya melalui lobby, sebagaimana pengunjung biasa, tanpa senjata.

Ketika militer berhasil melumpuhkan para teroris (dan ada juga teroris yang sengaja melarikan diri, bersamaan dengan pengunjung mall; mereka kabur dengan membersihkan perhiasan di toko-toko emas, berlian, dan lain sebagainya; 90 % perhiasan di Wesgate Mall lenyap dibawa para teroris),  aparat mendapati sejumlah bukti dan hasil kejahatan para teroris tersebut. Sementara itu, para teroris yang tak berhasil lolos dari militer Kenya, melakukan bunuh diri atau pun membunuh sesamanya sehingga identitasnya tidak dikenali, termasuk dengan cara membakar atau meledakan diri sendiri.

Di samping itu, ada yang lebih parah dari sekedar perhiasan emas, perak, intan, permata, dan berlian sebagaimana temuan Palang Merah Kenya, menurut Palang Merah Kenya jumlah korban tewas (untuk sementara) mencapai 67 orang dan hilang 61 orang; juga temuan dari tim forensik dari AS, Israel, Jerman, Kanada, dan Interpol. Mereka harus memindahkan seluruh bangunan tiga lantai mal yang roboh, untuk mengetahui korban lainya.

Apa yang tim forensik internasional tersebut dapatkan!? tahan napas, dan jangan kaget; jika anda tak kuat jantung maka berhenti membaca.

Sekali lagi, jika membaca dari news.com au dan dailymail.com maka akan mendapat informasi tentang betapa keji dan brutalnya Al Shabaab tersebut. Mereka, para teroris tersebut bukan mengesekusi dengan sekali tembak, namun melakukan prosesi penyiksaan. Dari laporan tim forensik, sebelum para sandera tewas, mereka mengalami penyiksaan yang luar biasa. Misalnya pemotongan anggota tubuh (tangan, telinga, hidung, kaki), mencungkil biji mata, melubangi perut, dan lain sebagainya. Anggota-anggota tubuh tersebut berserakan di lantai tempat para sandera disekap, kemudian dieksekusi; selain itu ada juga mayat-mayat di atap ruangan mall. Ada juga tulisan-tulisan nama-nama diri dengan darah di lantai, di samping mayat; dan kemungkinan besar adalah nama korban tersebut.

Kekejian dan kebrutalan itu, tak berhenti seperti itu dan di situ; Tim Forensik mendapati korban yang masih hidup dengan cacad permanen karena jari-jari tangan di putuskan dengan tang serta hidungnya hancur karena dipotong ataupun ditarik dengan tang.

Lebih menggerikan serta brutal lagi yaitu, anak-anak yang menjadi korban; para teroris membunuh anak-anak itu dengan pisau komando dan menyimpan mayat-mayatnya dalam lemari pendingin dengan pisau masih tertancap pada tubuh mereka.

Tak ada satupun korban yang tewas dengan utuh; kecuali yang tewas pada awal serangan dengan senjata, semuanya tewas dengan tubuh tak utuh karena dimutilasi atau pun dicungkil matanya dan anggota tubuh lainnya.

Semuanya kekejian peninggalan Al Shabaab itu bahkan menjadikan tak sedikit anggota militer Kenya (yang melumpuhkan para teroris) terpaksa harus berkonsultasi psikolog untuk menenangkan dirinya.

Itu, adalah sepotong ceri dari dari rangkaian panjang di news.com au dan dailymail.com.

Lalu, apa yang bisa kita ambil dari kejadian itu!? mungkin tak ada serta tak perlu, karena yang terjadi di Kenya adalah kejahatan atas kemanusian, [dengan ini saya menolak pendapat di beberapa situs, misalnya voa-islam cs yang menyatakan bahwa mereka adalah pejuang Islam, yang berperang serta berjuang demi membela negaranya; mereka tak pati disebut pejuang Islam].

Akhir kata, ada beberapa catatan kecil

    • jika melihat foto Wesgate Mall dari atas dan area luarnya [coba anda perhatikan foto di atas]; ya benar, atapnya yang rata; atap seperti sangat membantu aparat militer yang terjun dengan hilikoter dan merangsek masuk ke dalam mall, dan mereka berhasi. Coba bandingkan dengan atap mall di Indonesia; saya pernah ada di atas salah satu mall di Depok, ternyata ruang untuk itu tak ada. Atap yang rata pun bisa untuk evakuasi kebakaran lewat udara

    • lihat juga area laur mall yang luas (bukan seperti kebanyakan mall di Jakarta yang hanya satu pintu depan atau bagiakan condom), ini sangat membantu gerakan penyelamatan dan evakuasi. Jika ada teroris, maka pasukan keamanan masih betul-betul aman untuk bergerak karena area luas yang mendukung

    • para teroris bisa bergerak bebas di/dalam mall karena mereka memiliki toko/markas di dalam mall tersebut; ini sangat fatal. Bayangkan selama setahun, para teroris ada di/dalam dan bersama sasaran yang akan mereka hancurkan. Hal seperti ini bisa terjadi di mana pun, termasuk Indonesia, oleh sebab itu, perlu detail info dan persyaratan yang harus ditempuh para calon penyewa ruang/toko di mall-shoping centre; pengelola mall-shoping centre, jangan karena atas nama laku/laris, maka mengabaikan unsur-unsur keamanan dan keselamatan. Bandingkanlah dengan pemilik ruah kontrak – kamar kost (di kota besar dan kecil) yang kerap kali menadi tempat persembunyian teroris dan pengedar narkoba

  • mungkin anda mempunyai catatan lain, monggo nambahin

Mari selalu waspasa agar tak ada teroris di sekitar kita.

Semoga

http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/09/29/terungkap-kebrutalan-al-shabaab-di-westgate-mall-kenya-596973.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: