Dakwah MTA Kok Mulus ? Ini Dia Yang Membacking MTA (Majelis Tafsir Al Quran)

Majelis Tafsir Al-Quran atau disingkat MTA pada dasarnya meresahkan umat Islam, mereka pun tidak segan-segan menyerang amaliyah Nahdliyyin. Tapi anehnya dakwah mereka berkembang pesat, memiliki sarana yang luar biasa (mulai dari radio dan sebagainya) dan baru-baru ini mereka menggelar SILATNAS di Istora Senayan (Ahad, 15 September 2013). Mereka juga mendapat fasilitas yang mudah bahkan mereka dihadirkan di stasiun tv swasta Metro TV .

Siapakah yang membacking mereka ?.

Inilah dia Sudi Silalahi (orang dekat SBY) yang membacking dakwah MTA.

Sudi Silalahi 1sudi-silalahi-_130705183831-834

Sudi Silalahi

Sudi Silalahi

NU dan Hilangnya Tempat Mengadu

Oleh Adhie M. Massardi

Yahya C Staquf, salah satu juru bicara Presiden KH Abudurrahman Wahid, memilih tinggal di Rembang bersama pamannya, KH Mustofa Bisri (Gus Mus)  mengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin peninggalan ayahnya, KH Cholil Bisri.

Secara struktural, KH Yahya C Staquf naik pangkat. Dari jubir presiden menjadi juru bicara Rasulullah SAW. Hampir semua pojok di Jawa Tengah pernah didatanginya, untuk menyampaikan pesan-pesan Rasul SAW kepada umatnya, yang ia petik dari sumber-sumber paling akurat: Al Qur”an, hadis, dan kitab kuning.

Dalam bulan Sya”ban seperti sekarang, malam-malam Yahya Staquf adalah malam-malam bersama orang-orang desa, dari kampung-kampung. Menembus gelap, menerabas hutan, melewati kawasan-kawasan tanpa signal. Sehingga berkomunikasi dengan dia via HP sering “on” dan “off”.

Tadi malam (25/6) saya bertanya kepadanya: Bagaimana kehidupan nyata rakyat di desa? Apakah mereka, seperti diungkapkan para mahasiswa, betul-betul menderita, terutama setelah SBY menaikkan harga BBM?

“Tidak!” jawab sang kiai NU muda dan cerdas ini.

“Rakyat di desa-desa sudah tidak merasakan lagi penderitaannya. Mereka menerima dengan pasrah setiap pukulan kebijakan dari penguasa. Karena mereka juga sudah tidak punya tempat lagi untuk untuk mengadu. Coba Mas Adhie sebut, tokoh NU mana yang bisa diharapkan? Siapa sih sekarang ini yang mau perduli nasib mereka?”

“Saya sendiri belakangan sudah kehilangan tema. Sekarang saya sedang menuju desa Grobogan. Tidak tahu mau ngomong apalagi. Padahal selain penderitaan lahir (ekonomi), mereka (kaum Nahdliyin) itu juga terus diserang lewat radio-radio yang dibangun kelompok Majelis Tafsir Alqur”an (MTA) yang dibiayai Sudi Silalahi.

Konunikasi terputus. Pasti karena KH Yahya Staquf sedang melintas kawasan bebas signal.

Saya termenung. Teringat Gus Dur yang nyaris seluruh hayatnya dipersembahkan untuk memperjuangkan kaum Nahdliyin, bangsa Indonesia, dan umat Islam.

Siapa yang bisa menolong (masa depan) kaum Nahdliyin kalau bukan dari mereka sendiri?
http://www.rimanews.com/read/20130626/108124/nu-dan-hilangnya-tempat-mengadu

Sudi Silalahi / SS

Sudi Silalahi / SS

140 Responses

  1. Yg beda keyakinan aja engkau biarin tp yg cuma beda pendapat engkau musuhi. Yg salah itu bukan ajaranya tp orang yg memusuhi sesama muslim. Kalau saya pribadi terserah aja. Kalau cocok ikutin kalau gak cocok biarin. Emangnya yg memusuhi sudah pernah ikut pengajianya sampai paham blm? Yg ikut ngaji aja blm tentu faham Apa lg ngajinya cuma lewat makelar jdnya salah faham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: