Syekh Muhammad Tahir Ul-Qadri : Kampanyekan Antiterorisme ke Seluruh Dunia

Sejak serangan terorisme terhadap Amerika Serikat yang mengakibatkan World Trade Centre dua menara kembar prestisiusnya ambruk, masyarakat dunia punya stigma yang buruk terhadap Islam. Islam dipandang dan diidentikkan sebagai agama teroris. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Syekh Muhammad Tahir Ul-Qadri

Syekh Muhammad Tahir Ul-Qadri

Di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi. Bali, yang dikenal sebagai tempat pariwisata kelas dunia yang sangat indah dan penuh kedamaian, pada tahun 2002 diluluhlantakkan oleh bom yang diotaki oleh Imam Samudra, Amrozi dan kawan-kawan. Meski para otak pelaku bom Bali kemudian berhasil ditangkap, namun kondisi itu sempat membuat Bali ‘menangis’.

Butuh proses lama untuk memulihkan kepercayaan dunia internasional bahwa Bali sudah aman dan sangat layak menjadi destinasi wisata dunia.

Sejak saat itu harus diakui perjuangan para tokoh Islam dunia untuk menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, tak berjalan dengan mudah. Untungnya, banyak tokoh-tokoh Islam dunia yang kemudian tak kenal lelah berjuang meluruskan kembali pandangan yang keliru tersebut agar bisa memahami Islam yang sebenarnya. Salah satunya adalah Syekh Muhammad Tahir ul-Qadri

Ulama muslim Syekh Muhammad Tahir ul-Qadri mengampanyekan antiterorisme dalam pandangan Islam ke seluruh belahan dunia. Dia mengampanyekan perdamaian, cinta, dan toleransi serta berusaha memupus pandangan ekstremis radikal tanpa kenal lelah.

Salah satu caranya, dia membuat sebuah program bernama “Kemah Antiteror”. Salah satu programnya yang bertema “Al-Hidayah” beberapa waktu lalu digelar di Universitas Warwick, Inggris. Program tersebut berupa tiga hari kemah seperti layaknya kemah musim panas untuk pelajar Islam. Tahun ini, fokus utamanya adalah memerangi ekstremisme.

Program tersebut untuk menguatkan fatwa antiteror yang telah dibuatnya pada awal Maret lalu. Fatwa itu ditulis dalam sebuah buku setebal 600 halaman. “Aksi terorisme kelompok Islam merupakan pemahaman dan konsep keliru tentang jihad. Terorisme, selamanya maupun dalam kondisi apa pun,bertentangan dengan Islam. Para teroris yang melakukan pembunuhan tidak akan masuk surga seperti keyakinan mereka, sebaliknya mereka akan masuk neraka,” ujar Ul-Qadri dalam paparannya.

“Para teroris merupakan pahlawan api neraka,” tegasnya seperti dikutip dari CNN. Ul-Qadri menyatakan terorisme bukanlah jihad. Perang suci yang selama ini dimaknai pelaku terorisme itu adalah terjemahan yang salah.

Luruskan Makna Jihad
Dia menjelaskan, jihad berarti perjuangan, sementara kata perang tidak termasuk dalam kata asli maupun terjemahannya. “Jika seseorang mengerahkan energi dan kemampuannya untuk meraih tujuan yang baik, itu adalah jihad,” katanya.

Ul-Qadri berjuang untuk menjembatani dunia muslim dan Barat. Dia ingin menghapuskan kebencian, kesalahpahaman mengenai Islam, kemudian mengutuk keras para teroris sebagai “musuh-musuh terbesar Islam”. Dia juga mengkritik keras kalangan Islam radikal yang mengutip dan menyalahgunakan ajaran Islam untuk membenarkan tindakan kekerasan mereka.

Sebenarnya, sejak serangan teror 11 September 2001 (9/11) di New York,AS,banyak ulama mengeluarkan fatwa yang mengutuk aksi terorisme, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Sheikh Yusufal-Qardawi.Pada2008, sekitar 6.000 ulama di India juga mengeluarkan fatwa antiteror. Sheikh Qadri juga termasuk di antara 170 ulama dan cendekiawan Islam dari berbagai mazhab di dunia yang menandatangani fatwa antiterorisme di Amman,Yordania,pada 2005.

“Kenyataannya bahwa muslim menunggu dalam waktu yang lama untuk menyuarakan (antiterorisme). Hati mereka telah menjadi gurun pasir dan semangat mereka dan jiwa mereka telah haus.Anehnya, orang yang menginginkan perdamaian justru selalu diam.Mereka tidak berani menciptakan berita,” ujar Ul-Qadri. Program Al-Hidayah telah berjalan selama enam tahun di Inggris.

Sekitar 1.500 orang bergabung pada tahun ini. Umumnya mereka adalah remaja dari penjuru Eropa dan Amerika Utara. Tahun depan, Al-Hidayah kembali digelar di London dan diperkirakan bisa menggaet 5.000 orang. Ul-Qadri yang lahir pada 19 Februari 1951 di Jhang, Pakistan, merupakan ulama yang tinggal di Kanada. Dia meninggalkan jabatannya sebagai profesor hukum konstitusi internasional di Universitas Punjab.

Dia juga merupakan pendiri Minhaj-ul-Quran International, sebuah organisasi yang tersebar di berbagai negara. Organisasi itu mempromosikan visi Islam moderat dan membangun persatuan dan pemahaman di antara komunitas dan agama. Ul-Qadri juga mendirikan The Minhaj University di mana dia menjadi ketua dewan gubernur serta merintis yayasan sosial Minhaj Welfare Foundation.

Dalam bidang politik, dia menjadi ketua pendidikan partai politik Awami Tehreek (PAT), tapi dia menolak turun tangan dalam mengurusi politik. Putra dari ilmuwan ternama Pakistan Dr Farid-ud-Din Qadri itu belajar bahasa Inggris sejak dini. Pada usia 12 tahun, dia telah belajar Islam di Madrasa al-‘Ulm ash-Shar‘iyya, Madinah, Arab Saudi. Kemudian, dia melanjutkan studi di Jurusan Hukum Universitas Punjab, Lahore.

Dia mengajar di universitas tersebut dari 1978 hingga 1983. Dia juga pernah ditunjuk sebagai penasihat hukum Islam di Mahkamah Agung Pakistan. Sejauh ini, Ul-Qadri telah menyampaikan lebih dari 6.000 ceramah, baik di bidang kajian ekonomi, politik, agama, hukum, sufi, astronomi maupun ilmu kesehatan. Semua buku akademis itu tersedia dalam bahasa Urdu, Inggris, dan Arab yang dijual di berbagai toko di seluruh dunia.

Dia pun dijuluki Syekh-ul-Islam oleh para ulama karena membawa pembaruan dalam pemikiran Islam. Lebih dari 400 buku dipublikasikan Ul-Qadri dalam bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Umumnya, karya-karyanya dapat diakses secara online.

Salah satu karya yang cukup terkenal adalah Dala’il al- Barakat berupa kumpulan salawat Nabi Muhammad. Selain itu Mawlid an-Nabi adalah buku setebal 1.000 halaman berisi tentang sejarah Nabi Muhammad. okz

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=f28c89145bc5c930ba927088d63b196d&jenis=d41d8cd98f00b204e9800998ecf8427e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: