Kenapa Kyai Aswaja Takut Dengan WAHABI ?

Ada sebuah tulisan berjudul “Kenapa Kyai Aswaja Takut Dengan WAHABI? Apakah Wahabi Itu Begitu Menyeramkan?“, ditulis oleh orang-orang Wahhabi  yang sumber dari Kompasiana http://m.kompasiana.com/post/read/625533/3 dan disalin di blog http://aslibumiayu.wordpress.com/2014/01/24/kenapa-kyai-aswaja-takut-dengan-wahabi-apakah-wahabi-itu-begitu-menyeramkan/

Asli Palsu

Tulisan tersebut tidak lebih dari sekedar lawakan, sebab tidak pernah ada Kyai Aswaja takut pada Wahhabi, bahkan selalu tampil terdepan untuk memerangi kesesatan. Melawan kesesatan bukan berarti takut pada kesesatan. Disinilah nalar Wahhabi itu tidak jalan sama sekali.

One Response

  1. halaman disitu sudah ga ada lagi, tapi saya temukan yang dikompasnya dihalaman http://www.kompasiana.com/muhamadkaryono/mengapa-kyai-aswaja-nu-begitu-takut-dengan-wahabi_5529eb08f17e611a3bd623a6

    menurut pemahaman saya yang awam, logika sederhananya begini Mas Mimin, ketika sahabat Mas Mimin berbuat salah dan dapat dibuktikan kesalahannya apa tentunya dengan memaparkan secara keilmuan, setidaknya terbersit keinginan dari Mas Mimin tentunya niat untuk menasehati bahwa itu salah, terlaksana atau tidaknya itu takdir Allah yang menentukan. Nah jika qadarullah niat Mas Mimin untuk menasehati terlaksana, tapi dua kemungkinan yang bisa terjadi yaitu nasehat Mas Mimin diterima atau tidak, itu wilayah hati temen Mas Mimin tersebut. Meskipun pada saat Mas Mimin menyampaikan nasehat teman Mas Mimin sama sekali tidak mau mendengar apa alasannya apalagi mencari lebih jauh.

    Nah Mas Mimin sebagai pribadi tentunya punya karakter khas yang bisa menjadi pembawaan dalam menyampaikan nasehat tersebut bisa secara lemah lembut atau bisa sedikit keras atau keras tapi yang pastinya tidak kasar karena di teman Mas Mimin.

    Dari logika sederhana tersebut bisa saya tarik kesimpulan bahwa seseorang menasehati karena ada kesalahan atau hal yang tidak seharusnya meskipun dimata sebagian kalangan itu bukan kesalahan. Kewajiban Mas Mimin disini hanya menasehati bahkan tidak lebih dari itu, jika terbuka hati temen Mas Mimin menerima nasehatnya maka patutnya bersyukur jika tidak ya kewajiban Mas Mimin cukup menyampaikan.

    terapkan pemikiran tersebut pada case Wahabi vs NU dimana Mas Mimin sebagai orang Wahabi dan teman Mas Mimin sebagai seorang NU. Saya yakin Wahabi pasti ada dasar kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya, permasalahannya apakah kedua belah pihak memiliki level keilmuan yang sama atau tidak, seperti yang dikatakan Ustadz Zainal Abidin dalam sebuah dialog Wahabi vs NU bahwa dalam NU itu terdapat dua golongan yaitu NU kitab dan NU organisasi. Videonya bisa dilihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=9BjsjZ-Ooks

    Ustadz Zainal Abidin juga menyampaikan pesan gurunya KH Najib waktu masih mondok di Ponpes Tambak Rejo:
    “Ikutilah orang karena dia benar, jangan mengikuti kebenaran karena orang.
    Kenalilah kebenaran, kamu akan kenal siapa yang benar”

    Mohon maaf jika kurang berkenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: