Mohammed Morsi Terancam Hukuman Mati

Pemimpin terpilih pertama Mesir, Muhammad Mursi, menghadapi ancaman hukuman mati dalam sidang pengadilan yang menempatkan mantan kepala negara tersebut dalam posisi berseberangan dengan para hakim yang pernah ia tentang.

Mohamed MorsiPara jaksa penuntut pada Selasa mendakwa Mursi telah berkonspirasi dengan milisi Palestina dan Libanon untuk membunuh sejumlah sipir dan kabur dari tahanan pada 2011, demikian informasi media pemerintah. Para pengacara Mursi mengatakan bahwa klien mereka tidak bersalah. Demikian dilansir oleh wall street journal.

Mursi ditempatkan di dalam bilik kaca kedap suara demi menghindari protes yang dapat mengubah sidang pengadilan pertama itu menjadi sebuah pertunjukan.

Sebagai cerminan atas kecemasan politik yang melingkungi sidang, pemerintah memutuskan untuk membatalkan tayangan langsung sidang tersebut. Stasiun televisi pelat merah sebaliknya menyatakan bahwa rekaman sidang akan ditayangkan pada lain hari.

Dalam rekaman, terlihat tim pembela Mursi mengecam sidang dengan kata-kata “tidak sah”, demikian laporan wartawan televisi tersebut.

Mursi telah lama menolak upaya konsultasi dengan berdalih bahwa langkah tersebut sama saja dengan mengakui keabsahan penggulingan serta pengadilan dirinya.

Namun, pada Selasa, ia mengambil langkah mengejutkan dengan menunjuk seorang intelektual Islamis serta mantan calon presiden, Selim Al-Awa sebagai ketua tim pembela. Kasus tersebut ditunda hingga 22 Februari setelah hakim membacakan tuntutan.

Sidang dimulai sehari setelah dewan militer tertinggi mendorong Abdul Fattah Sisi untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Selain itu, pemerintahan sementara menaikkan pangkatnya dari jenderal menjadi marsekal medan. Menurut para pengamat, langkah itu agaknya diambil guna menyiapkannya menjadi kandidat kuat presiden pengganti Mursi.

Saat berkuasa, Mursi tidak memiliki hubungan baik dengan para hakim. Beberapa bulan setelah mahkamah agung Mesir membubarkan DPR yang dipenuhi para sekuti Mursi pada 2012, presiden menerbitkan surat keputusan yang menjungkirkan putusan hakim. Sebelum mahkamah konstitusi mengesahkan surat keputusan tersebut, para pengunjuk rasa dari Ikhwanul Muslimin melakukan blokade. (mukafi niam)

Foto: EPA http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,49826-lang,id-c,internasional-t,Mursi+Terancam+Hukuman+Mati-.phpx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: