Ilmu Otak Atik, Kader PKS Percaya ‘Mitos’ Relasi Nomor Partai dan Surat Al-Quran

Mosleminfo, Jakarta—Ilmu otak-atik angka setiap terjadi musibah kerap dilakukan oleh sebagian oknum umat Islam, utamanya sejak bencana besar Tsunami di Aceh, pada tahun 2006 silam. Kini, setelah tragedi meletusnya gunung Kelud, beredar pesan berantai di WhatsApp dan BBM. Berikut pesannya:

pks-300x166

Meletusnya G. Kelud tertulis jelas di Al Qur’an.

-Tanggal 13 Bulan 2 (Surat 13 ayat 2):

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (Makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (Kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”

-Meletus Jam 22:49, 22:50 (Surat 22:49-50)

Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya Aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepadamu. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia,”

-Tahun 2014 (Surat 20:14)

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

—- SUBHANALLAH —-

Inilah peringatan yang NYATA dari ALLAH SWT

Otak-atik angka tersebut mendapatkan kecaman dari kader-kader PKS di jejaring sosial. Padahal, jauh hari, kader-kader PKS sendiri mempercayai ilmu otak-atik angka  tentang suatu hal dengan ayat-ayat dan surat-surat di dalam Al-Quran.

Pasca pengundian nomor urut parpol peserta pemilu 2014, sejumlah kader PKS mulai melakukan otak-atik nomor-nomor urut partainya sejak berdiri. Diantara mereka ada seseorang yang bernama Fahri Hidayat, salah seorang penulis di blog kompasiana. Berikut nukilan dari tulisannya yang berjudul PKS dalam Perspektif Surat Ali Imron:

“….Pada pemilu pertama tahun 1999, PKS  (saat itu PK) mendapatkan nomor urut 24. Nomor 24 dalam Al Quran adalah surat an-nur. Secara harfiyah, an-nur berarti “cahaya”. Saat itu PKS memang tampil seperti cahaya, meskipun sebagai partai baru yang masih kecil, PKS berhasil menjadi partai putih yang paling santun dalam kampanye. Para anggota legislatif yang duduk di DPR dari PKS juga terkenal paling sederhana dan bersahaja.

Pada pemilu kedua tahun 2004, PKS mendapat nomor urut 16. Nomor yang sama dalam Al Quran surat an-nahl yang berarti “lebah”. Sebagaimana kita tahu, lebah adalah serangga yang memiliki beragam manfaat. Yang dimakan hanya yang baik-baik dan yang dikeluarkan sebagai hasil metabolismenya juga baik, yaitu madu. PKS saat itu terkenal sebagai partai yang bersih dan peduli. Seperti lebah, PKS menyebar kemanfaatan dimana-mana dengan tampil sebagai “penolong” pada saat ada bencana banjir, tsunami, gempa, dan lain sebagainya. Banyak kegiatan bakti sosial yang dilakukan partai dakwah itu meski bukan pada saat pemilu. Dan nampaknya usaha itu sebanding dengan hasilnya, PKS berhasil menaikkan perolehan suaranya sampai 600 persen.

Pada pemilu ketiga tahun 2009, partai yang saat itu dipimpin oleh Tiffatul Sembiring mendapat nomor urut 8. Dalam Al Quran surat ke-delapan adalah surat al-anfal yang berarti “harta rampasan perang”. Surat ini secara langsung memberikan teguran kepada para sahabat setelah mengalami kekalahan pada perang uhud. Saat itu kaum muslimin sebenarnya sudah berhasil mendominasi peperangan dan memukul mundur pasukan musuh. Namun pada saat musuh tampak sudah kalah dan berlari ke belakang, pasukan pemanah yang ditugaskan nabi untuk berjaga-jaga diatas bukit uhud malah turun ke bawah karena terbuai dengan harta rampasan perang yang ditinggalkan musuh. Mereka tidak mentaati instruksi nabi untuk tidak meninggalkan pos sampai ada perintah. Akibatnya, situasi itu dimanfaatkan musuh untuk berputar kebelakang dan menyerang balik kaum muslimin dari belakang yang menyebabkan kekalahan telak pada pihak kaum muslimin.

Situasi perang uhud itu tampaknya mirip dengan PKS pada saat menjelang pemilu 2009. Partai yang tadinya terkenal bersih, hati-hati dan santun dalam kampanye itu mendadak  menelurkan kebijakan-kebijakan kontroversial yang menjadi perdebatan sengit dalam intenal kadernya sendiri seperti: memilih model iklan wanita tanpa jilbab, menampilkan anak punk dalam kampanye, mempopulerkan soeharto (tokoh asas tunggal) sebagai pahlawan nasional, menghalalkan tahlilan, dan lain sebagainya. Kebijakan ini dimaksudkan  untuk mendapat ceruk pemilih baru. Namun yang terjadi PKS justru gagal total meraih target politiknya dan hanya meraih 7 persen suara. Kekalahan kaum muslimin pada perang uhud disebabkan karena pasukan pemanah ‘menghalalkan’ segala cara untuk mendapat harta rampasan perang. Kegagalan PKS pada tahun 2009 juga disebabkan karena ketidaksabaran para kader yang akhirnya ‘menghalalkan’ segala cara untuk meraih kekuasaan.

Nah, pada pemilu 2014 nanti PKS mendapat nomor urut 3. Surat nomor 3 dalam Al Quran adalah ali imron yang berarti “keluarga imron”. Penulis berusaha mencari kandungan dalam surat ali imron yang berhubungan langsung dengan politik dan pemerintahan. Dan ternyata penulis menemukan ayat ini:

“Tidak mungkin seorang nabi ber­khianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, pada hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalas­an) setimpal, sedang mereka tidak dia­niaya” (QS. Ali Imron: 161)

Taukah anda bagaimana asbabun-nuzul turunnya ayat tersebut? Menurut Ibnu Abi Hatim, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas, saat itu kaum muslimin kehilangan selimut beludru hasil rampasan perang badar. Beberapa sahabat mengira Rosululloh yang mengambilnya. Maka turunlah ayat diatas yang menegaskan bahwa Rosululloh tidak mungkin mengambil harta rampasan perang yang merupakan harta umat.

Ayat 161 dalam surat Ali Imron tersebut juga menegaskan sebuah hukum bahwa pemimpin tidak boleh mengkhianati kepemimpinannya dengan cara mengambil harta milik negara. Saat itu, APBN negara islam yang dipimpin oleh Rosululloh bersumber dari sektor zakat dan rampasan perang, selain juga ada pajak dan lain sebagainya. Sehingga, tugas pemimpin adalah mengelola harta negara tersebut untuk kemaslahatan umat. Secara tegas ayat tersebut berisi ancaman keras untuk para pemimpin yang melakukan korupsi terhadap harta negara.

Lalu, apa korelasinya dengan PKS? Sebagaimana yang kita tahu saat ini, beberapa kader inti PKS sedang terbelit masalah hukum terkait pengelolaan harta negara. Bahkan mantan presidennya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Terlepas dari benar atau tidaknya kasus ini memang belum jelas. Proses hukum masih berjalan. Namun ada baiknya para petinggi PKS membaca ulang tafsir dari surat Ali Imron ini sebagai peringatan dan pelajaran. Sebab, dalam bagian lain dalam surat Ali Imron ini secara langsung juga menjelaskan tentang sebab-sebab kekalahan kaum muslimin pada perang uhud…”

http://mosleminfo.com/2014/02/22/kecam-kelud-kader-pks-percaya-mitos-relasi-nomor-partai-dan-surat-dalam-al-quran.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kecam-kelud-kader-pks-percaya-mitos-relasi-nomor-partai-dan-surat-dalam-al-quran

2 Responses

  1. Ngga semua kaleee….ah bisa2an muslim media ngejelekin pks….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: