Kembalinya Khilafah Minhajin Nubuwwah menurut Syaikh Yusuf Al Qaradlawi

mabsus-wordpress-com-khilafah-menurut-yusuf-qardhawiPenulis menemukan tulisan dari pemilik blog yang ingin menjadikan komentar Syaikh Yusuf Al Qardlawi sebagai legitimasi pembenaran perjuangan Khilafah-nya. Hadits Ibnul Yaman tersebut sudah banyak dikenal atau bahkan sudah dihafal oleh Syabab HTI, kalau syabab HT ada yang gak hapal, TERLALU, …. . Yang perlu dipahami adalah bahwa tidak ada keterangan dalam buku tersebut, kapan waktunya, apakah sudah terjadi dimasa lalu atau akan ada dimasa yang akan datang.

Banyak ulama memberikan komentar terhadap HADITS INI bahwa Khilafah Minhajin Nubuwwah yang kedua adalah masa Umar bin Abdul ‘Aziz. Lalu Khilafah Imam Mahdi bagaimana ? itu hadits lain, dan bukan kelompok-kelompok saat ini yang akan memiliki Khilafah Nubuwwah, sekuat apapun mereka berjuang, mereka bukan pemilik Khilafah Nubuwwah, tapi para kelompok yang dlolim kalau memerintah.

Termasuk dari berita gembira ini ialah hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah bin al Yaman, dari nabi SAW, Beliau bersabda: “Masa kenabian pada kalian adalah sesuai kehendak Allah, kemudian Dia mengangkatnya manakala Dia berkehendak untuk mengangkat, kemudian masa kenabian menjadi khilafah dengan bersandar pada minhajnya, maka khilafah terwujud sesuai kehendak-Nya, kemudian Dia mengangkatnya manakala Dia berkehendak untuk mengangkat, kemudian kenabian menjadi kerajaan yang menusuk, maka ia dapat terwujud sesuai dengan kehendak-Nya, kemudian Dia mengangkatnya manakala Dia berkehendak untuk mengangkat, kemudian kenabian menjadi kerajaan yang lalim, maka ia dapat terwujud sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Dia mengangkatnya manakala Dia berkehendak untuk mengangkat, kemudian kenabian menjadi khilafah dengan bersandar pada minhajnya”. Lalu beliau SAW diam. [2]

Yang dimaksud dengan “kerajaan yang menusuk” adalah kerajaan yang menimpakan manusia dengan kesewenang-wenangan dan kedzaliman, seolah-olah ia mempunyai taring yang dapat menggigit. Sedangkan “kerajaan yang lalim” yaitu kerajaan yang berdasarkan kelaliman, di mana ia menyerupai pemerintahan militer di masa kini.

Hadits ini memberikan berita gembira tentang hilangnya masa kelaliman dan tirani serta kembalinya khilafah, yang mengikuti minhaj kenabian dalam melaksanakan keadilan dan syura’ serta menjaga batasan-batasan Allah SWT dan hak-hak manusia. []

[1] Yusuf Qaradhawi, Berita Kemenangan Islam, Jakarta, IQRA Insan Press, 2003.

[2] HR. Ahmad : (4/273), Al Haitsamiy berkomentar dalam “Al Mujamma” (5/189): Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Al Bazzar (ia lebih sempurna dari Ahmad) dan Ath-Thabraniy (sebagiannya berada dalam Al Ausath), perawi-perawi hadits ini semuanya adalah terpercaya (tsiqah)

Sumber http://mabsus.wordpress.com/2014/08/15/kembalinya-khilafah-minhajin-nubuwah-menurut-syech-yusuf-qaradhawi/

BACA JUGA

Khilafah Hizbut Tahrir Pasti Gagal 

Antara Imamah dan Khilafah : Kepemimpinan Tidak Harus Khilafah  

One Response

  1. Assalam…

    Justeru, apakah salah memperjuangkan khilafah agar tegak kembali. Kalaupun khilafah minhajin nubuwwah yg dgambarkan dlm hadis bukan pd akhir zaman, maka adakah kita duduk diam sahaja sedangkan kewajipan hukum2 islam itu dterapkan itu sudah jelas…sedangkan thariqah menerapkannya adalah dgn kaedah bernegara….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: