Terduga Anggota ISIS Pernah Nyantri di Tebuireng? Cuma 1 Tahun Mondok, Lebih Banyak Terpengaruh Diluar Pondok

Tergelitik saat penulis melihat judul berita di Tempo tentang kasus MANTAN SANTRI TEBUIRENG menjadi teroris. Tempo menulisnya dengan judul “Terduga Anggota ISIS Pernah Nyantri di Tebuireng “.  Dalam beritanya, Gus Solah pun membenarkan adanya santri bernama Saiful Priatna yang pernah nyantri di Tebuireng.  PP Tebuireng adalah salah satu ponpes dilingkungan NU yang semua orang tahu bahwa teroris tidak mungkin berasal dari NU.

Dan ternyata mantan santri itu diketahui pernah mondok hanya 1 tahun. Mondok hanya 1 tahun emangnya dapat apa ?? Jangankan mendapatkan wawasan tentang pesantren lebih luas, kitab kecil pun gak akan khatam. Bila masuk jenjang Diniyyah, baru kelas permulaan. Maka sudah pasti PEMAHAMAN LUAR LEBIH BANYAK mempengaruhi, tidak mungkin berasal dari (pemahaman) NU. Itu sudah jelas.

BERITA TEMPO
Terduga Anggota ISIS Pernah Nyantri di Tebuireng

Satu dari tiga warga Indonesia yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror di Parigi Moutong, Saiful Priatna, pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Saiful dibekuk bersama dua warga Indonesia dan empat warga asing di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, karena diduga terlibat jaringan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS).

“Setelah kami cek di data santri, atas nama Saiful Priatna memang pernah mondok di sini tahun 2000-an,” kata pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahudin Wahid atau Gus Solah, saat dihubungi, Selasa, 16 September 2014.

Gus Solah mengaku kurang tahu persis tahun berapa Saiful mondok di Tebuireng dan bagaimana perilaku kesehariannya selama di pondok yang didirikan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari tersebut. “Informasi yang saya terima dari pengurus, dia hanya sekitar setahun di Tebuireng dan enggak sampai tamat (sekolah),” ujarnya.

Gus Solah juga tak tahu persis apakah Saiful dulu menempuh pendidikan di sekolah menengah atas atau madrasah aliyah yang ada di Pondok Pesantren Tebuireng.

Menurut Gus Solah, sebagai pondok yang mengajarkan ahlussunnah wal jamaah, Tebuireng menolak keras segala paham yang mengajarkan kekerasan atas nama agama. “Kami selalu menekankan itu ke para santri, dan Paham itu (ISIS) tidak sesuai dengan ajaran Islam,” tuturnya.

Jika memang Saiful terlibat jaringan teroris atau ISIS, kata Gus Solah, itu dimungkinkan karena pergaulan setelah keluar dari Tebuireng. “Mungkin saja karena pengaruh dari kawan-kawannya sekarang,” ujarnya.

http://www.tempo.co/read/news/2014/09/17/058607490/Terduga-Anggota-ISIS-Pernah-Nyantri-di-Tebuireng

Sumber Tempo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: