Spanduk Tolak ISIS dan HTI, Syabab HTI Gagal Mikir dan Buta Sejarah

Tolak HTI dan Tolak ISIS  Ini spanduk yang luar biasa tegas, di pasang di UIN Ciputat Jakarta. Umat Islam memang harus tolak ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang biadab dan Tolak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merongronng NKRI.

Spanduk ini penulis temukan di facebook syabab HTI yang dengan ciri khasnya menghujat adanya spanduknya tersebut. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10201586330339972&set=a.1769190889444.71512.1829377749&type=1 Muhammad Sands Al Fatih (Sandi Nopiandi https://www.facebook.com/kangsandiI Penulis di DetikIslam.com (web syabab hti) .

Penulis ingin menanggapi bualan orang HTI ini dalam tiga point utama yang sangat penting untuk diluruskan.

1. NU LAHIR DARI KOMITE HIJAZ BUKAN KOMITE KHILAFAH

Menurut Syabab HTI tersebut, spanduk itu contoh kegagalan berfikir. Tentu tepatnya gagal berfikir versi HTI, walau sebenarnya yang gagal berfikir tentang Islam itu adalah Hizbut Tahrir.

Yang perlu juga diketahui bahwa pendiri NU tidak pernah bercita-cita mendirikan Khilafah seperti HTI. HTI memang memiliki PROPAGANDA melalui sejumlah medianya bahwa pendiri NU dan Muhammadiyah bercita-cita mendirikan Khilafah.

Propaganda ini dicecoki kepada syabab-syabab mereka dan kepada orang-orang NU untuk menarik simpati mereka. PENTING DIKETAHUI bahwa NU lahir dari Komite Hijaz, bukan Komite Khilafah. Baca Sejarah !!!

 

2. INDONESIA SESUAI PIAGAM MADINAH

NKRI memang sesuai dengan  Piagam Madinah. Yang tidak mengerti Piagam Madinah itu Hizbut Tahrir dan syabab-syabab mereka. Mereka tidak mengerti poin-poin piagam Madinah. Piagam Madinah itu kesepakatan antara umat Islam dengan non-muslim.

Platform negara Madinah adalah TAMADDUN, bukan Islam, bukan pula suku. Karena penduduk Madinah ada Muslim & non-muslim, ada Arab & non-Arab. MAKANYA NAMANYA MADINAH. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara Islam berdasarkan Piagam Madinah.

3. RESOLUSI JIHAD
Fatwa Resolusi Jihad 22 OKTOBER 1945 adalah fatwa melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia, bukan mendirikan Khilafah. Ini perlu digaris bawahi agar tidak tertipu oleh propaganda syabab HTI. Jihad tidak mesti berkaitan dengan Khilafah.

Resolusi Jihad  mengajarkan pentingnya keragaman dalam menegakkan NKRI dan pentingnya musyawarah untuk membangun bangsa, karena keragaman dan musyawarah yang tertuang dalam Pancasila itu khas Indonesia.

Isi seruan itu antara lain “bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum agama Islam, termasuk sebagai kewajiban bagi tiap 2 orang Islam.”

Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 . Kemerdekaan ini perlu dipertahankan karena RI merupakan satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan, meskipun meminta pengorbanan harta dan jiwa. Resolusi Jihad (perang suci) mengingatkan kita betapa ulama kita dulu amat sangat gigih dan gagah berani dalam menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini, sampai mereka juga mendirikan tentara khusus yang diberi nama “Tentara Allah” (Hizbullah) dan tentara “Jalan Allah” (Sabilillah)’.

CATAT ! HTI tidak memiliki andil dalam perjuangan Indonesia. HTI tidak memiliki akar sejarah .perjuangan di Indonesia. HTI masuk ke Indonesia dan mau merusak sejarah perjuangan yang sudah dilakukan oleh umat Islam Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama.  HTI TIDAK BERJUANG, KALIAN ITU HANYA PECUNDANG.

 

Tolak HTI dan Tolak ISIS 2


Ini contoh orang gagal mikir dan gagal mempelajari sejarah.. Malu sama pendiri NU (harusnya).. Malu sama logo yang berbau Islam namun menolak yang datang dari Islam…Hallo.. Demokrasi (Kapitalisme Import) juga dari Penjajah Barat lagi…

Haloo.. Yang ngirim meriam sama senjata ke aceh saat portugis pertama masuk ke Nusantara siapa??

Khilafah Bung….!!!!

Haloo…
Para ulama sebelum kemerdekaan menunrut sistem Islam.. Bukan demokrasi..

Haloo…
Pancasila = Piagam madinah?? Kamu ngelucu ya? Atau gak tahu point2 piagam madinah? … Dalam piagam madinah semua perjanjian berlandaskan Islam dan keberpihakan terhadap Islam..

Haloo…
Kalau bukan karena semangat bersyariat Islam tidak mungkin ulama memerintahkan santrinya berjihad melawan penjajah…

Haloo..
Wali songo siapa yang mengutus??? (Khilafah ) omm

Haloo…
Allah SWT berfirman
“Hai orang-orang beriman masuklah kalian kedalam Islam secara “Menyeluruh”, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Karena mereka musuh yang nyata {Q.S. Al Baqarah 208 }

Nih… Aku kutif Tafsir Ibnu kasir

****
Ketika menafsirkan surat Al Maidah ayat 50, Ibnu Katsir berkata:

” Dan firman Allah { أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ }

[artinya:” Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”]

Allah Ta’ala mengingkari orang yang berpaling dari hukum Allah -hukum yang telah muhkam (kokoh), meliputi seluruh kebaikan dan mencegah setiap keburukan- kemudian orang tersebut justru berpaling kepada yang lain, berupa pandangan-pandangan, hawa nafsu dan berbagai peristilahan yang dibuat oleh manusia tanpa bersandar kepada Syariat Allah, sebagaimana masyarakat jahiliyah berhukum kepada kesesatan dan kebodohan, hukum yang mereka buat berdasarkan pandangan dan hawa nafsu mereka.

Sama halnya seperti Bangsa Tartar yang berhukum dengan kebijakan-kebijakan kerajaan yang diambil dari keputusan raja mereka, Jengiskhan, raja yang telah menyusun al Yasaq untuk mereka, yaitu kitab kumpulan hukum yang diramu dari berbagai syariat yang berbeda, termasuk dari Yahudi, Nasrani dan Islam.

Di dalamnya juga terdapat banyak hukum yang semata-mata dia ambil dari pandangan dan hawa nafsunya.

Kitab itu kemudian berubah menjadi syariat yang diikuti oleh anak keturunannya, yang lebih diutamakan ketimbang hukum yang diambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.

Barangsiapa melakukan hal tersebut maka dia telah kafir. Ia wajib diperangi sampai mau kembali merujuk kepada hukum Allah dan RasulNya, sampai dia tidak berhukum kecuali dengannya (Kitab dan Sunnah) baik sedikit maupun banyak.”

Barangsiapa melakukan hal tersebut maka dia telah kafir. Ia wajib diperangi sampai mau kembali merujuk kepada hukum Allah dan RasulNya, sampai dia tidak berhukum kecuali dengannya (Kitab dan Sunnah) baik sedikit maupun banyak
Ibnu Katsir melanjutkan:

“Allah berfirman

{أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ}

artinya: “apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki?”, yaitu: (apakah) mereka mencari dan menghendaki (hukum jahiliyah), sementara terhadap hukum Allah mereka berpaling?

{وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ}

artinya: “dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”, Yaitu:

siapakah yang lebih adil dari Allah dalam hukumnya bagi orang yang memahami syariat Allah dan beriman, yakin serta mengetahui bahwa Allah Ta’ala adalah Pemberi Keputusan yang paling bijaksana (ahkamul hakimin), lebih mengasihi makhluqnya ketimbang kasih-sayang seorang ibu kepada anaknya.

Karena sesungguhnya Allah Ta’ala adalah Dzat yang mengetahui segala sesuatu, Dzat yang berkuasa atas segala sesuatu, dan Dzat yang Adil dalam segala sesuatu”

#YukMikir
#YukNgaji

*****
Spanduk ini di pasang di UIN ciputat Jkt.
Hati-hati Universitas Islam skrng malah menjadi Basis menjauhkan generasi Islam dari Memahami Islam (Aneh Tapi Fakta) itulah wajah sistem pendidikan Liberal dan sekuler

SYABAB -SYABAB SEPERTI DIIATAS BANYAK DICETAK HTI. MEREKA SUDAH JELAS BUKAN PEJUANG ISLAM TETAPI PERUSAK TATANAN SYARI’AT ISLAM. TIDAK MENGERTI SYARIAT TAPI TERIAK PEJUANG SYARI’AT.

TIDAK MEMILIKI SEJARAH PERJUANGAN SYARI’AH TETAPI MENGKLAIM SEJARAH PERJUANGAN ORANG LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI SEJARAH PERJUANGAN MEREKA. CIRI KHAS PEMBUAL.

4 Responses

  1. […] Spanduk Tolak ISIS dan HTI, Syabab HTI Gagal Mikir dan Buta Sejarah […]

  2. mikir mikir ??? taktik disinformasi ciri kas sekuler

  3. Ini jawaban dr tulisan yg tdk ada dalilnya dr situs mualim media news yg katanya voice of islam tapi menolak syariat.

    http://sandsalfatih.blogspot.com/2014/09/apa-sebenarnya-tujuan-didirikannya-nu.html?m=1

    • Jawaban ? itu tulisan lama Hartono Ahmad Jahil yang BARU dicopas syabab HTI. Didalam tulisan ustadz wahhabi tersebut memuat penghinaan terhadap Pendiri NU. Diantaranya KH. Abdul Wahhab Hasbullah dikatakan tidak lancar bahasa Arab oleh kalangan modernis untuk menyingkirkannya. KH. Abdul Wahhab Hasbullah, selain belajar ke berbabagai pesantren / ulama di Nusantara, juga belajar ke Mekkah. Beliau juga menjadi utusan menghadap Raja Ibnu Saud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: