Kebohongan Syabab HTI bahwa Pendiri NU Berjuang Mati-Matian Mendirikan Khilafah

Al-Hajar Al-Fatih PembualDalam tulisan sebelumnya, penulis pernah memberitahukan,  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memiliki PROPAGANDA bahwa pendiri NU bercita-cita mendiri Khilafah.  (Baca ditulisan : Spanduk Tolak ISIS dan HTI, Syabab HTI Gagal Mikir dan Buta Sejarah). PROPAGANDA (pemelintiran sejarah) itu merata dikalangan orang-orang HTI, karena hal itu memang dicekoki kepada syabab-syabab mereka dan kepada orang-orang NU untuk meraih simpati.

Screenshot di facebook syabab HTI ini https://www.facebook.com/azzufaralfatih/posts/4743730048547 (21/9/2014) https://www.facebook.com/azzufaralfatih adalah  salah satu contoh kebohongan yang merata kalangan orang-orang HTI. Bohong itu bukan ajaran syariat Islam. 

Gagal mikir…!

Ketika sistem khilafah hendak diterapkan mereka berlindung dibalik ketiak pancasila, mereka menjadikan pancasila sebagai tameng.
Gilirannya sistem impor seperti demokrasi, kapitalisme, sekularisme, liberalisme mereka malah membelanya…

Halooo….
Kepala loe buntu yah?
Atau jangan2 loe sudah dibayar sama Amerika???

MALU DONK SAMA PENDIRI NU YANG BERJUANG MATI-MATIAN MENERAPKAN SYARIAH DAN MENDIRIKAN KHILAFAH…!

Melihat gaya-gaya syabab HTI sangat jauh kalau dikatakan pejuang syariat Islam, lebih cocok perusak syariat Islam. Ada PROPAGANDA yang juga dicekoki kepada syabab-syabab HTI, yaitu bagi orang-orang HTI, setiap orang yang menentang HTI dikatakan sebagai antek amerika atau dibayar AS. Maka tidak heran kalau ulama-ulama NU masa kini dianggap antek Barat, kemerdekaan Indonesia dianggap pemberian barat karena berdiri dengan Nation State, dan sebagainya.

Yang perlu juga diketahui bahwa pendiri NU tidak pernah bercita-cita mendirikan Khilafah seperti HTI. HTI memang memiliki PROPAGANDA melalui sejumlah medianya bahwa pendiri NU dan Muhammadiyah bercita-cita mendirikan Khilafah.

Propaganda ini dicekoki kepada syabab-syabab mereka dan kepada orang-orang NU untuk menarik simpati mereka. PENTING DIKETAHUI bahwa NU lahir dari Komite Hijaz, bukan Komite Khilafah. Baca Sejarah !!!

Link Terkait “Khilafah”: 

One Response

  1. You could definitely see your expertise in the work you write.
    The sector hopes for even more passionate writers like you who are not afraid to mention how
    they believe. At all times follow your heart.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: