Difitnah Lagi Soal Fatwa Al-Qur’an Tidak Haramkan Zina, Ini Klarifikasi Syaikh Ali Jum’ah

ali-jumahKmamesir.org. 16/2/2015. Mantan Mufti Mesir yang juga anggota Dewan Ulama Senior, Prof. Dr. Ali Jumah al-Asy’ari, mengeluarkan pernyataan resmi bahwa beliau tidak pernah memfatwakan kehalalan zina. Beliau menegaskan tidak ada seorang  berakal pun yang mengatakan bahwa zina itu halal.

Beberapa waktu lalu tersiar berita dari sejumlah media bahwa Syekh Ali Jum’ah mengatakan bahwa zina tidak haram (wal ‘iyâdzu billâh). Menurut media abal-abal tersebut, fatwa itu beliau keluarkan dalam sebuah seminar pada lawatan beliau ke Cairo International Book Fair yang lalu. Ini merupakan fitnah yang kesekian kali yang dilemparkan kepada beliau.
Seperti dilansir Youm7 dan Elbawabah News, salah seorang ulama senior al-Azhar ini mengatakan bahwa media abal-abal tersebut telah memotong dan memelintir kata-katanya. Menurut klarifikasi Syekh Ali Jum’ah, dalam seminar tersebut sebenarnya beliau menjelaskan bahwa Al-Quran tidak mengharamkan zina dengan kata-kata “Harrama” yang berarti “mengharamkan”.
Tidak ada satu ayat pun redaksi Al-Quran yang mengatakan “diharamkan bagimu zina”. Tapi dalam Al-Quran Allah swt mengharamkan semua mukadimah (permulaan) zina dan segala sesuatu yang bisa menjerumuskan kepada zina. Nah, apabila hal-hal yang menjerumuskan kepada zina saja diharamkan, apalagi zina itu sendiri. Sudah barang tentu ia lebih haram lagi. Afalâ ya’qilûn?
Dalam seminar tersebut, ulama kharismatik yang memiliki ribuan murid dari berbagai belahan dunia ini menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat banyak bentuk redaksi yang memiliki makna pengharaman. Bukan hanya “Harrama” saja.  Hal ini bisa kita pahami dari perkataan dan ijmak para ulama.
Beliau menambahkan, bahwa Imam Zarkasyi (w. 794 H) dalam kitab al-Bahr al-Muhith mengatakan “Shighatun nahyi (redaksi larangan) memiliki banyak faidah dan makna, diantaranya untuk larangan. Seperti Firman Allah Ta’ala “wa lâ taqrabu al-zinâ” (janganlah kalian mendekati zina). Juga mempunyai makna lain, yaitu makruh, seperti Firman Allah Ta’ala “wa lâ ta’kulû mimmâ lam yuzkari ismullâhi ‘alaihi” (janganlah kalian memakan apa yang tidak disebutkan nama Allah keatasnya).
Terakhir Syekh Ali Jum’ah memberikan nasehat kepada semua media agar berlaku jujur dalam segala pemberitaan. “Tugas utama media adalah mencerahkan bukan malah menyulut perpecahan. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam menyebarkan berita. Karena setiap  kata yang kalian tulis dan sebarkan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak”, tutup syeikh Ali. (Khalid)

Video Bohong Tersebar, Ini Komentar Syaikh Ali Gomaa

Mosleminfo, Kairo—Media kembali memanas, menyusul tersebarnya video bohong dan provokatif yang berisi bahwa Syaikh Ali Gomaa, mantan mufti Republik Arab , mengatakan zina tidak haram.

provokatif terkait hal ini muncul pasca acara seminar seputar kitab “al-Ijma’” karya Ali Abd Raziq, di Cairo International Book Fair, beberapa hari yang lalu. ini diawali dengan tersebarnya potongan video acara seminar tersebut di youtube.com, yang

dieksplotasi dan disebarkan secara masif oleh media-media pro Ikhwanul Muslimin untuk memojokkan Syaikh Ali Gomaa.

Menyusul tersebarnya berita bohong itu, pihak Syaikh Ali Gomaa mengeluarkan pernyataan resminya, bahwa sebenarnya ia mengatakan: “Al-Quran tidak mengharamkan zina dengan redaksi ‘harrama’ (mengharamkan). Namun Allah Ta’ala telah mengharamkan permulaan zina dan semua hal yang menjerumuskan kepada zina, Allah berfirman: “Janganlah dekati zina”. Jika Dia mengharamkan perbuatan yang menjerumuskan kepada zina maka apalagi zina itu sendiri.”

Potongan video yang tersebar di internet sangat jauh dari konteks pembicaraan sebenarnya. Dalam seminar tersebut sebenarnya Syaikh Ali Gomaa sedang menjelaskan tentang redaksi-redaksi di dalam Al-Quran dan Sunnah yang memiliki makna pengharaman. Menurutnya, banyak sekali redaksi yang menunjukkan makna pengharaman. Ia menukil dari Imam al-Zarkasyi dalam kitabnya ‘al-Bahr al-Muhith’ (2/155): “Redaksi larangan memiliki banyak makna, salah satunya adalah makna haram, seperti firman-Nya Jangan kalian dekati zina’; kedua, makruh, seperti firman-Nya: ‘Janganlah memakan dari apa yang tidak disebutkan nama Allah atasnya.” Imam Ghazali dalam kitabnya ‘al-Mankhul’ (204) berkata: “Redaksi larangan memiliki tujuh makna.”

Dalam pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip oleh harian youm7, Syaikh Ali Gomaa menegaskan bahwa sejumlah media telah memontong-motong perkataannya, sehingga seakan-akan ia mengatakan zina hukumnya halal. Padahal ini tidak pernah dikatakan oleh siapa pun baik dulu maupun sekarang. Tidak ada satu pun orang berakal yang menghalalkan zina.

“Sesungguhnya tugas media adalah memberikan pencerahan bukan melakukan provokasi. Kalian harus berhati-hati dengan apa yang kalian katakan dan sebarkan, karena kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas satu kata yang kalian tulis, dan itu akan dicatat dalam buku kalian kelak di hari kiamat,” tutup pernyataan Ali Gomaa.[ai/mosleminfo.com]

http://mosleminfo.com/berita/video-bohong-tersebar-ini-komentar-syaikh-ali-gomaa/

 

Meluruskan Berita Fitnah Terhadap Syaikh Ali Jum’ah di Media Pro IM (Fimadani dan lainnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: